KRISTUS TAK BERBAGI TAKHTA HATI
Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus tidak berbagi takhta hati dengan siapa pun. Orang yang sudah diselamatkan oleh anugerah Allah pasti mengalami perubahan pusat hidup. Dahulu hati manusia dikuasai dosa, diri sendiri, dunia, hawa nafsu, ketakutan, kesombongan, dan berbagai berhala hati. Tetapi ketika Allah menyelamatkan seseorang di dalam Kristus, Ia bukan hanya mengampuni dosanya, melainkan juga merebut pusat hatinya untuk menjadi milik Allah. Karena itu, orang yang sungguh diselamatkan pasti memiliki Kristus sebagai Tuhan, Raja, dan pusat terdalam hidupnya. Ini tidak berarti orang percaya langsung menjadi sempurna tanpa pergumulan. Alkitab tidak mengajarkan bahwa orang yang sudah diselamatkan tidak lagi bisa jatuh, lemah, tergoda, atau bergumul dengan dosa. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa dosa tidak lagi menjadi tuan atas hidupnya. Dunia tidak lagi menjadi rumah terakhirnya. Diri sendiri tidak lagi menjadi pusat penyembahannya. Kristus telah menjadi pusat baru dalam ...