SALIB MEMATIKAN KEMEGAHAN MANUSIA

 Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa salib Kristus mematikan segala kemegahan manusia. Di hadapan salib, manusia tidak dapat lagi membanggakan kebaikan dirinya, kesalehannya, amalnya, pelayanannya, pengetahuannya, status rohaninya, atau kemampuannya menaati hukum Allah. Salib menunjukkan bahwa manusia berdosa tidak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri. Jika manusia bisa diselamatkan oleh kekuatan, moralitas, atau perbuatannya sendiri, maka Kristus tidak perlu mati. Tetapi karena dosa manusia begitu serius, Anak Allah harus datang, menderita, mati, dan bangkit untuk menyelamatkan umat-Nya.


1 Korintus 1:18 berkata, “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” Dunia melihat salib sebagai kelemahan, kekalahan, dan kebodohan. Tetapi bagi orang percaya, salib adalah kuasa Allah. Mengapa? Karena melalui salib, Allah menyelamatkan manusia bukan dengan cara yang memuliakan manusia, tetapi dengan cara yang memuliakan Kristus. Salib menghancurkan kesombongan manusia dan menyatakan bahwa keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah.


Manusia secara alami ingin bermegah dalam dirinya sendiri. Ada yang bermegah dalam agama, ada yang bermegah dalam perbuatan baik, ada yang bermegah dalam pelayanan, ada yang bermegah dalam pengetahuan, ada yang bermegah dalam pengalaman rohani, dan ada yang bermegah karena merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Tetapi Roma 3:23 berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Artinya, di hadapan Allah yang kudus, tidak ada manusia yang memiliki alasan untuk membanggakan dirinya. Semua manusia telah berdosa dan membutuhkan anugerah.


Roma 3:27–28 berkata, “Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.” Ayat ini sangat jelas. Pembenaran di hadapan Allah bukan berdasarkan perbuatan manusia, tetapi melalui iman kepada Kristus. Karena itu, tidak ada ruang bagi manusia untuk bermegah. Orang percaya tidak dapat berkata, “Aku selamat karena aku lebih baik.” Ia hanya dapat berkata, “Aku diselamatkan karena Kristus telah mati bagiku.”


Efesus 2:8–9 juga menegaskan hal yang sama: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Keselamatan adalah kasih karunia. Iman pun bukan alasan manusia untuk sombong, karena iman adalah pemberian Allah. Manusia tidak diselamatkan karena ia berhasil mencapai Allah, tetapi karena Allah datang menyelamatkan manusia di dalam Kristus. Maka salib menutup mulut kesombongan manusia.


Salib juga mematikan kemegahan manusia karena salib menyatakan betapa seriusnya dosa. Jika dosa hanya kesalahan kecil, maka manusia mungkin cukup diperbaiki dengan nasihat moral. Tetapi salib menunjukkan bahwa dosa adalah pemberontakan terhadap Allah yang kudus dan pantas menerima hukuman. Yesaya 53:5 berkata, “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita.” Kristus tidak mati karena manusia hanya kurang informasi. Ia mati karena manusia berdosa dan membutuhkan penebusan.


Di kayu salib, Kristus menggantikan orang berdosa. 2 Korintus 5:21 berkata, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Ini berarti keselamatan bukan terjadi karena Allah mengabaikan dosa, tetapi karena dosa benar-benar dihukum dalam diri Kristus sebagai Pengganti. Orang percaya dibenarkan bukan karena kebenaran dirinya sendiri, tetapi karena kebenaran Kristus diberikan kepadanya. Maka tidak ada dasar untuk bermegah dalam diri sendiri.


Rasul Paulus memahami hal ini dengan sangat jelas. Dalam Filipi 3:7–9, ia berkata bahwa segala sesuatu yang dahulu dianggapnya keuntungan, sekarang dianggap rugi karena Kristus. Paulus memiliki banyak alasan lahiriah untuk bermegah: ia orang Ibrani, taat secara agama, berpendidikan, dan sungguh-sungguh dalam keyakinannya. Tetapi setelah mengenal Kristus, ia sadar bahwa semua keunggulan itu tidak dapat menjadi dasar keselamatan. Ia ingin ditemukan di dalam Kristus, “bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus.”


Ini menunjukkan bahwa salib bukan hanya mengampuni dosa manusia, tetapi juga menghancurkan kebanggaan rohani manusia. Orang yang sungguh mengerti salib tidak akan lagi berdiri di hadapan Allah dengan membawa daftar kebaikannya. Ia datang sebagai orang berdosa yang hanya bergantung pada Kristus. Ia tidak berkata, “Tuhan, terimalah aku karena aku layak.” Ia berkata, “Tuhan, kasihanilah aku karena Kristus telah mati bagi orang berdosa seperti aku.”


Yesus menggambarkan hal ini dalam perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai. Orang Farisi berdiri dan membanggakan dirinya di hadapan Allah: ia merasa tidak seperti orang lain, ia berpuasa, dan ia memberi persembahan. Tetapi pemungut cukai berdiri jauh-jauh, memukul diri, dan berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (Lukas 18:13). Yesus berkata bahwa pemungut cukai itulah yang pulang sebagai orang yang dibenarkan, bukan orang Farisi. Mengapa? Karena Allah menentang orang yang meninggikan diri, tetapi membenarkan orang yang datang dengan iman dan kerendahan hati.


Galatia 6:14 berkata, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.” Ini adalah sikap hati orang percaya. Kemegahan kita bukan pada diri kita, bukan pada pelayanan kita, bukan pada pengetahuan kita, bukan pada denominasi kita, bukan pada pencapaian rohani kita, tetapi pada salib Kristus. Jika ada yang boleh dibanggakan, itu bukan apa yang manusia lakukan bagi Allah, tetapi apa yang Kristus telah lakukan bagi manusia berdosa.


Salib juga mematikan kemegahan manusia karena salib menunjukkan bahwa hikmat dunia tidak dapat menyelamatkan. 1 Korintus 1:27–29 berkata bahwa Allah memilih apa yang bodoh bagi dunia untuk memalukan orang-orang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia untuk memalukan apa yang kuat, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Allah sengaja menyelamatkan melalui salib, bukan supaya manusia dapat memuji dirinya, tetapi supaya segala kemuliaan kembali kepada Allah.


Karena itu, orang percaya tidak boleh menjadikan perbuatan baik sebagai dasar keselamatan. Perbuatan baik itu penting, tetapi posisinya bukan akar keselamatan. Perbuatan baik adalah buah dari keselamatan. Efesus 2:10 berkata bahwa kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi orang percaya melakukan kebaikan bukan supaya Allah mau menyelamatkannya, tetapi karena Allah sudah menyelamatkannya di dalam Kristus. Ketaatan adalah buah anugerah, bukan harga untuk membeli keselamatan.


Salib juga mematikan kemegahan pelayanan. Seseorang bisa rajin melayani, berkhotbah, memberi, memimpin, dan aktif di gereja, tetapi semua itu tidak boleh menjadi alasan untuk merasa lebih benar dari orang lain. 1 Korintus 4:7 berkata, “Apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?” Semua yang kita miliki adalah pemberian Allah: iman, hidup baru, karunia, kesempatan melayani, kekuatan, dan pertumbuhan rohani. Jika semuanya diterima dari Allah, maka tidak ada alasan untuk bermegah seolah-olah semuanya berasal dari diri kita sendiri.


Salib juga mematikan kemegahan moral. Ada orang yang merasa aman karena tidak melakukan dosa tertentu seperti orang lain. Tetapi standar Allah bukan sekadar lebih baik dari manusia lain. Standar Allah adalah kekudusan-Nya sendiri. Yakobus 2:10 berkata bahwa siapa pun yang menuruti seluruh hukum tetapi mengabaikan satu bagian saja, ia bersalah terhadap seluruhnya. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak dapat menjadikan moralitasnya sebagai dasar pembenaran. Hanya Kristus yang taat sempurna. Hanya Kristus yang benar tanpa dosa. Hanya Kristus yang dapat menjadi dasar keselamatan.


Karena itu, salib membuat orang percaya rendah hati. Yakobus 4:6 berkata, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Rendah hati bukan berarti merendahkan diri secara palsu, tetapi melihat diri dengan benar di hadapan Allah. Kita adalah orang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah. Kita tidak lebih layak dari orang lain. Kita tidak lebih pantas menerima kasih Allah. Semua yang kita terima adalah karena belas kasihan Allah di dalam Kristus.


Namun salib tidak hanya mematikan kemegahan manusia; salib juga melahirkan hidup baru. Galatia 2:20 berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Orang percaya tidak hanya diampuni, tetapi juga dipersatukan dengan Kristus. Hidup lama yang berpusat pada diri sendiri mulai dimatikan, dan hidup baru yang berpusat pada Kristus mulai nyata.


Itulah sebabnya orang percaya tidak boleh memakai salib sebagai alasan untuk hidup sembarangan. Salib memang mematikan kemegahan manusia, tetapi salib juga mematikan kuasa dosa. Roma 6:6 berkata bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya dan kita jangan menghambakan diri lagi kepada dosa. Jadi orang yang sungguh memahami salib tidak akan berkata, “Karena saya diselamatkan oleh anugerah, saya bebas hidup dalam dosa.” Sebaliknya, ia berkata, “Karena Kristus telah mati bagiku, aku tidak mau lagi hidup bagi diriku sendiri.”


2 Korintus 5:15 berkata bahwa Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Salib memindahkan pusat hidup manusia. Dulu manusia hidup untuk diri sendiri, pujian diri, kehormatan diri, dan kehendak diri. Tetapi setelah mengenal Kristus, orang percaya hidup untuk kemuliaan Dia yang telah mati dan bangkit baginya.


Dengan demikian, Alkitab menegaskan:


πŸ‘‰ Pemberitaan salib adalah kekuatan Allah bagi orang yang diselamatkan (1 Korintus 1:18)

πŸ‘‰ Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23)

πŸ‘‰ Tidak ada dasar bagi manusia untuk bermegah dalam perbuatan (Roma 3:27–28)

πŸ‘‰ Keselamatan adalah kasih karunia, bukan hasil usaha manusia (Efesus 2:8–9)

πŸ‘‰ Kristus tertikam dan diremukkan karena dosa umat-Nya (Yesaya 53:5)

πŸ‘‰ Kristus yang tidak berdosa menanggung dosa supaya kita dibenarkan dalam Dia (2 Korintus 5:21)

πŸ‘‰ Orang percaya tidak berdiri dengan kebenaran diri sendiri, tetapi dengan kebenaran dari Kristus (Filipi 3:7–9)

πŸ‘‰ Orang yang datang dengan kerendahan hati dibenarkan oleh Allah (Lukas 18:13–14)

πŸ‘‰ Kemegahan orang percaya hanya ada dalam salib Kristus (Galatia 6:14)

πŸ‘‰ Allah bekerja supaya tidak ada manusia memegahkan diri di hadapan-Nya (1 Korintus 1:27–29)

πŸ‘‰ Perbuatan baik adalah buah keselamatan, bukan dasar keselamatan (Efesus 2:10)

πŸ‘‰ Semua yang kita miliki adalah pemberian Allah (1 Korintus 4:7)

πŸ‘‰ Allah menentang orang congkak, tetapi mengasihani orang rendah hati (Yakobus 4:6)

πŸ‘‰ Orang percaya telah disalibkan dengan Kristus dan hidup bagi Dia (Galatia 2:20)

πŸ‘‰ Manusia lama disalibkan supaya orang percaya tidak lagi menjadi hamba dosa (Roma 6:6)

πŸ‘‰ Kristus mati supaya umat-Nya tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk Dia (2 Korintus 5:15)


Karena itu, salib Kristus mematikan segala kemegahan manusia. Di hadapan salib, tidak ada tempat untuk kesombongan rohani, kebenaran diri, kebanggaan moral, atau keyakinan pada jasa manusia. Salib berkata bahwa dosa manusia begitu berat sehingga Anak Allah harus mati. Tetapi salib juga berkata bahwa kasih Allah begitu besar sehingga Anak Allah rela mati bagi orang berdosa.


Maka orang percaya tidak bermegah dalam dirinya sendiri. Ia tidak berkata, “Aku diselamatkan karena aku baik.” Ia berkata, “Aku diselamatkan karena Kristus baik.” Ia tidak berkata, “Aku layak diterima Allah.” Ia berkata, “Aku diterima karena Kristus menanggung dosaku dan memberi kebenaran-Nya kepadaku.” Di salib, kesombongan manusia mati. Di salib, anugerah Allah dinyatakan. Dan di salib, seluruh kemuliaan keselamatan kembali kepada Allah saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA BANYAK ORANG KRISTEN BERJUANG UNTUK MENDENGAR ROH KUDUS

DANGERNYA MEMILIH DENGAN PANDANGAN

PEMBAWA DAMAI: IDENTITAS ORANG YANG DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH