PERBEDAAN ANTARA DISELAMATKAN DAN DEWASA SECARA SPIRITUAL
PERBEDAAN ANTARA DISELAMATKAN DAN DEWASA SECARA SPIRITUAL
Salah satu kesalahpahaman terbesar dalam agama Kristen adalah anggapan bahwa karena seseorang diselamatkan, orang tersebut secara otomatis menjadi dewasa secara rohani.
Keselamatan adalah awal perjalanan Kristiani, bukan akhir.
Seseorang dapat sungguh-sungguh datang kepada Kristus dan masih perlu bertumbuh pesat dalam pemahaman, karakter, ketaatan, kearifan, doa, dan pengetahuan akan Firman Tuhan.
Paulus berkata:
“Saudara-saudara, janganlah menjadi anak-anak yang berakal budi...” — 1 Korintus 14:20
Dan Petrus memberikan instruksi ini:
“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia, dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” — 2 Petrus 3:18
Perhatikan kata TUMBUH.
Jika pertumbuhan terjadi secara otomatis, Kitab Suci tidak akan berulang kali memerintahkan orang percaya untuk bertumbuh.
1. KESELAMATAN ADALAH Suatu HADIAH; KEMATIAN MEMBUTUHKAN PERTUMBUHAN
Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan melalui iman, bukan karena kita telah mencapai kesempurnaan rohani.
Efesus 2:8–9 memperjelas hal ini.
Namun setelah keselamatan, Tuhan mengharapkan kita bertumbuh.
Pikirkan tentang bayi yang baru lahir. Bayinya benar-benar hidup, namun bayinya belum dewasa.
Dengan cara yang sama, seorang yang baru percaya bisa menjadi milik Kristus dengan tulus meskipun ia masih belum dewasa secara rohani.
Masalahnya bukanlah menjadi bayi rohani.
Masalahnya adalah penolakan untuk berkembang.
2. KEMATIAN ROHANI BUKAN DIUKUR DARI BERAPA LAMA ANDA MENJADI ORANG KRISTEN
Seseorang bisa berada di gereja selama 20 tahun dan masih berperilaku seperti anak rohani.
Waktu di gereja tidak serta merta menghasilkan kedewasaan.
Ibrani 5:12-14 menegur orang-orang percaya yang sudah cukup lama bekerja sehingga mereka seharusnya menjadi guru, namun masih membutuhkan susu rohani.
Kedewasaan terungkap dari apa yang Firman Tuhan hasilkan dalam hidup Anda.
Kita mungkin mengetahui banyak ungkapan Kristen, menghadiri banyak kebaktian, namun masih kurang kedewasaan rohani.
3. KEMATIAN SPIRITUAL TERLIHAT DALAM KARAKTER
Yesus tidak mengatakan bahwa kita akan mengenali seseorang hanya dari kosakata rohaninya.
Dia mengajarkan bahwa orang akan dikenal dari buahnya.
Matius 7:16 mengatakan:
“Dari buahnya kamu akan mengenal mereka.”
Kedewasaan rohani memengaruhi cara Anda merespons ketika Anda tersinggung.
Ini memengaruhi cara Anda memperlakukan orang yang tidak sependapat dengan Anda.
Ini memengaruhi cara Anda menangani koreksi.
Ini mempengaruhi kejujuran Anda ketika tidak ada yang melihat.
Itu memengaruhi kesabaran, kerendahan hati, pengampunan, pengendalian diri, dan cinta Anda.
Karunia Roh dapat mengungkapkan apa yang telah Tuhan berikan kepada Anda.
Namun karakter mengungkapkan bagaimana Anda bertumbuh.
4. KEMATIAN BERARTI BELAJAR MEMBEDAKAN
Orang beriman yang matang tidak akan mempercayai segala sesuatu hanya karena seseorang berkata, “Tuhan memberitahuku.”
Alkitab berkata:
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya pada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah.” — 1 Yohanes 4:1
Kedewasaan rohani mengajarkan Anda untuk memeriksa ajaran, nubuatan, pengalaman, dan pernyataan rohani melalui Kitab Suci.
Anda tidak menolak semuanya.
Anda tidak menerima segalanya.
Anda menguji segalanya sesuai dengan Firman Tuhan.
5. KEDEWASAAN BERARTI BERGERAK DARI MENDENGAR MENJADI TAAT
Yakobus 1:22 mengatakan:
“Tetapi jadilah pelaku firman, dan bukan hanya pendengar saja.”
Ada perbedaan antara mengetahui apa yang Alkitab katakan dan membiarkan Alkitab mengatur hidup Anda.
Anda dapat mengutip Kitab Suci namun tetap menolak untuk menaatinya.
Anda bisa berkhotbah tentang pengampunan dan menolak untuk memaafkan.
Anda bisa berkhotbah tentang kerendahan hati dan hidup dalam kesombongan.
Anda dapat berbicara tentang kekudusan sambil dengan sengaja menerima dosa.
Kedewasaan rohani terjadi ketika Firman Tuhan berpindah dari mulut Anda ke dalam hidup Anda.
6. KEJADIAN BUKAN BERARTI TIDAK PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN
Menjadi dewasa secara rohani bukan berarti menjadi sempurna dalam semalam.
Orang Kristen yang matang masih bisa tersandung.
Perbedaannya adalah bahwa kedewasaan menghasilkan pertobatan, kerendahan hati, koreksi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ketika orang beriman yang matang menemukan ada sesuatu yang salah dalam hidupnya, mereka tidak membelanya hanya karena mereka sudah melakukannya selama bertahun-tahun.
Mereka mengijinkan Tuhan untuk mengoreksi mereka.
7. YESUS ADALAH STANDAR KEMATIAN
Tujuannya bukan untuk menjadi seperti pengkhotbah lainnya.
Tujuannya bukan untuk menjadi terkenal.
Tujuannya bukan untuk mengumpulkan gelar spiritual.
Tujuannya adalah Kristus.
Efesus 4:13 berbicara tentang orang percaya yang bertumbuh menuju “tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
Oleh karena itu, pertanyaannya bukanlah:
“Seberapa kuat penampilanku?”
Pertanyaan yang lebih dalam adalah:
“Apakah saya menjadi lebih seperti Yesus?”
DENGARKAN INI
Jangan bingung antara aktivitas rohani dengan kedewasaan rohani.
Anda bisa berkhotbah dan masih membutuhkan pertumbuhan.
Anda bisa bernyanyi dan masih membutuhkan pertumbuhan.
Anda bisa berdoa dan masih membutuhkan pertumbuhan.
Anda dapat mengetahui Kitab Suci dan masih membutuhkan pertumbuhan.
Anda dapat memiliki karunia rohani dan masih membutuhkan pertumbuhan.
Keselamatan membawa Anda ke dalam Kristus.
Kedewasaan rohani adalah proses menjadi semakin berubah menjadi serupa dengan-Nya.
Jadi jangan hanya bertanya:
“Apakah saya sudah diselamatkan?”
Tanyakan juga:
“Apakah aku sedang bertumbuh?”
Karena Tuhan tidak memanggil kita sekedar untuk memulai perjalanan.
Dia memanggil kita untuk bertumbuh dalam kasih karunia, bertumbuh dalam kebenaran, bertumbuh dalam kasih, bertumbuh dalam ketaatan, dan bertumbuh di dalam Kristus.
2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.”
Itulah perbedaan antara sekedar memulai perjalanan Kristiani dan benar-benar menjadi dewasa secara rohani.
Komentar
Posting Komentar