CINTA PERTAMA DI EFESUS: APA ARTINYA MENINGGALKAN CINTA PERTAMA?
CINTA PERTAMA DI EFESUS: APA ARTINYA MENINGGALKAN CINTA PERTAMA?
Ada sesuatu yang sangat menakutkan mengenai pesan yang Yesus sampaikan kepada gereja di Efesus.
Yesus tidak mengatakan kepada mereka bahwa mereka sama sekali tidak berguna.
Dia tidak mengatakan mereka berhenti bekerja.
Ia tidak mengatakan bahwa mereka telah meninggalkan agama Kristen.
Faktanya, Dia memuji mereka dalam banyak hal.
Mereka bekerja keras.
Mereka bertahan.
Mereka menolak kejahatan.
Mereka menguji rasul-rasul palsu.
Mereka bertahan demi nama-Nya.
Mereka bahkan membenci praktek-praktek pengikut Nikolaus, yang juga dibenci Yesus.
Dari luar, Efesus tampak seperti gereja yang kuat.
Namun Yesus melihat ada sesuatu dibalik aktivitas tersebut.
Dia berkata:
“Tetapi aku agak menentangmu, karena kamu telah meninggalkan cintamu yang semula.”
Wahyu 2:4.
Ini adalah salah satu peringatan paling serius di seluruh kitab Wahyu.
Karena hal ini mengajarkan kita sesuatu yang tidak ingin didengar oleh banyak orang percaya:
Mungkin saja Anda sibuk melakukan sesuatu untuk Yesus sementara hati Anda perlahan-lahan menjauh dari Yesus sendiri.
Anda bisa berkhotbah dan masih kehilangan cinta Anda.
Anda bisa berdoa dan tetap kehilangan cinta Anda.
Anda bisa menghadiri gereja, memimpin program, menyanyi, menginjili, mempelajari Alkitab dan bahkan melawan doktrin palsu—namun ada sesuatu yang sedang sekarat di dalam diri Anda.
Di sinilah pesannya menjadi tidak nyaman.
APA CINTA PERTAMA MEREKA?
Banyak orang beranggapan bahwa “cinta pertama” berarti kegembiraan yang mereka rasakan ketika pertama kali menjadi Kristen.
Mereka ingat ketika mereka baru bertobat.
Mereka berdoa berjam-jam.
Mereka membaca Alkitab dengan penuh semangat.
Mereka memberi tahu semua orang tentang Yesus.
Mereka menangis saat beribadah.
Mereka bersemangat tentang hal-hal tentang Tuhan.
Dan mereka menyimpulkan bahwa Yesus hanya mengatakan kepada mereka, “Kembalilah pada kegembiraan yang kamu rasakan ketika pertama kali kamu diselamatkan.”
Tapi saya yakin pesannya jauh lebih dalam.
Masalahnya bukan hanya betapa bersemangatnya mereka.
Masalahnya adalah ke mana arah hati mereka.
Pelayanan mereka terus berlanjut, namun kasih sayang mereka telah bergeser.
Mereka masih melakukan pekerjaannya, namun hubungan di balik pekerjaan tersebut menjadi dingin.
Dan itu berbahaya.
Karena agama Kristen tidak pernah dirancang untuk sekedar kumpulan kegiatan keagamaan.
Yesus mati bukan agar kita bisa menjadi pekerja keagamaan.
Dia mati agar kita bisa mengenal Tuhan.
ANDA DAPAT MELAKUKAN HAL YANG BENAR UNTUK ALASAN YANG SALAH
Ini adalah salah satu pelajaran terdalam di Efesus.
Bayangkan seseorang berkhotbah tentang Yesus setiap minggu, namun diam-diam melakukannya karena mereka ingin pengakuan.
Bayangkan seseorang berdoa di depan umum, namun hubungan pribadinya dengan Tuhan hampir tidak ada lagi.
Bayangkan seseorang melayani di gereja dengan setia, namun menjadi getir, sombong, dan kompetitif.
Bayangkan seseorang mengoreksi teologi semua orang namun tidak memiliki kelembutan terhadap Tuhan.
Bayangkan seseorang membela kebenaran namun tidak lagi mencintai Sang Kebenaran.
Di situlah kita harus memeriksa diri kita sendiri.
Bahayanya tidak selalu kita berhenti melakukan pekerjaan Tuhan.
Terkadang bahaya yang lebih besar adalah kita terus melakukan pekerjaan Tuhan tanpa Tuhan menjadi pusat hati kita.
Dan tidak ada seorang pun yang menyadarinya.
Masyarakat bisa melihat dakwahnya.
Mereka bisa melihat doanya.
Mereka bisa melihat puasanya.
Mereka bisa melihat pelayanannya.
Namun hanya Tuhan yang mampu melihat kondisi hati.
YESUS MEMENUHI MEREKA SEBELUM DIA MEMPERBAIKINYA
Ini penting.
Yesus mengetahui pekerjaan mereka.
Dia tahu kesabaran mereka.
Ia tahu bahwa mereka tidak dapat menoleransi kejahatan.
Ia mengetahui bahwa mereka telah menguji orang-orang yang mengaku sebagai rasul.
Jadi Yesus tidak sedang berbicara kepada gereja yang malas.
Dia berbicara kepada gereja yang bekerja.
Dan itu seharusnya membuat kita gemetar.
Karena terkadang kita berpikir kebalikan dari kemunduran rohani adalah aktivitas.
Tidak.
Seseorang bisa menjadi sangat aktif secara rohani dan menjadi semakin jauh dari Tuhan secara emosional dan relasional.
Anda bisa melakukan lebih banyak dan lebih sedikit mencintai.
Anda bisa mengetahui lebih banyak dan lebih sedikit beribadah.
Anda bisa berkhotbah lebih baik dan lebih sedikit berdoa.
Anda bisa menjadi lebih berpengetahuan tentang Kitab Suci namun menjadi kurang lembut terhadap Tuhan dalam Kitab Suci.
Itu sebabnya kita tidak boleh mengukur kondisi rohani kita hanya dengan aktivitas kita.
KETIKA LAYANAN MENGGANTI HUBUNGAN
Ada saatnya pelayanan bisa menjadi pengganti keintiman dengan Tuhan.
Daripada menghabiskan waktu bersama Tuhan, kita malah menghabiskan waktu mempersiapkan sesuatu untuk Tuhan.
Alih-alih duduk di hadapan-Nya, kita malah sibuk berbicara mewakili Dia.
Daripada bertanya, “Tuhan, apa yang terjadi dalam hatiku?” kita bertanya, “Berapa banyak orang yang hadir?”
Daripada bertanya apakah Tuhan berkenan, kita bertanya apakah orang-orang terkesan.
Dan perlahan, sesuatu berubah.
Pelayanan berlanjut.
Hati menarik diri.
Mikrofonnya tetap ada.
Apinya menghilang.
Judulnya tetap ada.
Keintiman menghilang.
Bahasa agama tetap ada.
Cinta menjadi dingin.
Inilah sebabnya mengapa pesan ke Efesus bukan hanya untuk para pendeta.
Ini untuk setiap orang percaya.
TEMPAT YANG PALING BERBAHAYA ADALAH KETIKA ANDA TIDAK TAHU ANDA TELAH PERGI
Perhatikan baik-baik bahasanya.
Yesus berkata mereka telah meninggalkan cinta pertama mereka.
Mereka belum tentu mengumumkannya.
Mereka tidak bangun pada suatu pagi dan berkata, “Saya tidak lagi mengasihi Yesus.”
Hal itu terjadi secara bertahap.
Dan seperti itulah kemerosotan rohani yang sering terjadi.
Kamu melewatkan sholat hari ini.
Besok menjadi tiga hari.
Lalu satu minggu.
Anda berhenti membaca Kitab Suci secara mendalam.
Anda menjadi nyaman dengan kekeringan rohani.
Anda mulai mengganti persekutuan dengan hiburan.
Anda menjadi lebih tertarik pada apa yang dikatakan orang tentang Anda daripada apa yang Tuhan katakan kepada Anda.
Dan pada akhirnya, Anda menemukan bahwa Anda masih berada di sekitar hal-hal rohani—tetapi hati Anda jauh.
Bagian yang menakutkan adalah Anda mungkin masih terlihat baik-baik saja.
Itulah yang membuat Efesus begitu berkuasa.
YESUS TIDAK MEMBERITAHU MEREKA UNTUK MEMULAI SESUATU YANG BARU
Dia memberi mereka tiga instruksi:
INGAT.
MENYESALI.
KEMBALI.
“Karena itu ingatlah dari mana engkau telah jatuh, dan bertobatlah, dan lakukanlah pekerjaan yang pertama.”
Yesus ingin mereka mengingat dari mana mereka terjatuh.
Bukan sekadar mengingat emosi masa lalu mereka.
Ingat pengabdian mereka sebelumnya.
Ingatlah ketergantungan mereka pada-Nya.
Ingat rasa lapar.
Ingat ketulusan.
Ingat cinta.
Lalu Dia berkata:
MENYESALI.
Pertobatan berarti lebih dari sekedar perasaan bersalah.
Artinya berbelok.
Jika ada sesuatu yang mengambil tempat Tuhan dalam hatimu, singkirkanlah itu.
Jika kesombongan telah menggantikan kerendahan hati, berbaliklah.
Jika pelayanan telah menggantikan keintiman, berbaliklah.
Jika uang telah menggantikan ketaatan, berbaliklah.
Jika popularitas telah menggantikan kesetiaan, berbaliklah.
Jika kegiatan keagamaan telah menggantikan kasih yang tulus kepada Kristus, berbaliklah.
Lalu Yesus berkata:
LAKUKAN PEKERJAAN PERTAMA.
Ada sesuatu dalam pengabdian mereka sebelumnya yang perlu dipulihkan.
PESAN INI BUKAN MELAWAN PERBUATAN BAIK
Kita harus berhati-hati di sini.
Yesus tidak mengutuk pekerjaan mereka.
Dia baru saja memuji kerja keras mereka.
Persoalannya, karya-karya mereka tidak lagi mengalir dari tempat yang semestinya.
Perbuatan baik itu penting.
Doa itu penting.
Penginjilan itu penting.
Puasa itu penting.
Pelajaran Alkitab itu penting.
Melayani itu penting.
Melawan ajaran palsu itu penting.
Namun semua hal ini tidak dapat menggantikan kasih Kristus.
Urutan itu penting.
Kita tidak melayani Yesus untuk membangun hubungan dengan-Nya.
Kita melayani Dia karena kita mengasihi Dia.
Hati didahulukan sebelum beraktivitas.
ANDA BISA MEMENANGKAN ARGUMEN DAN KEHILANGAN HATI ANDA
Efesus pandai dalam membedakan.
Mereka tahu bagaimana mengidentifikasi rasul-rasul palsu.
Mereka tahu bagaimana menolak kesalahan.
Mereka tahu cara menguji orang.
Itu bagus.
Tapi inilah peringatannya:
Anda bisa menjadi begitu fokus dalam mengidentifikasi kesalahan orang lain sehingga Anda berhenti memeriksa hati Anda sendiri.
Anda bisa menjadi ahli dalam mengungkap guru-guru palsu namun tidak menyadari bahwa kesombongan sedang tumbuh di dalam diri Anda.
Anda bisa menjadi sangat bersemangat membela doktrin namun menjadi semakin dingin terhadap Tuhan.
Kebenaran itu penting.
Ajaran itu penting.
Ketajaman itu penting.
Namun kebenaran tanpa cinta bisa menjadi senjata di tangan hati yang sombong.
Jawabannya adalah dengan tidak meninggalkan kebenaran.
Jawabannya adalah menyatukan kebenaran dan cinta.
PERINGATAN CANDLESTICK
Kemudian Yesus memberi mereka peringatan yang menakutkan.
Dia berkata bahwa jika mereka tidak bertobat, Dia akan datang dan melepaskan kaki dian mereka dari tempatnya.
Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa sebuah gereja bisa saja mempunyai sejarah, reputasi, struktur, program dan pengaruh—dan masih berada dalam bahaya secara rohani.
Kaki dian melambangkan tempat mereka sebagai gereja dalam kehadiran dan kesaksian Kristus.
Peringatannya serius:
Jangan pernah beranggapan karena Tuhan memakaimu kemarin, otomatis Dia berkenan dengan keadaanmu hari ini.
Pengurapan kemarin bukanlah alasan bagi ketidaktaatan hari ini.
Pengorbanan kemarin bukanlah pengganti hubungan saat ini.
Kesaksian kemarin tidak menghilangkan perlunya pertobatan saat ini.
Setiap generasi harus berjalan bersama Tuhan untuk dirinya sendiri.
JADI, TANYAKAN PADA DIRI PERTANYAAN SULIT
Apakah saya masih mencintai Yesus, atau saya sekadar mencintai pelayanan?
Apakah saya masih menginginkan Tuhan, atau apakah saya hanya menginginkan apa yang Tuhan dapat berikan kepada saya?
Apakah saya masih berdoa ketika tidak ada orang yang melihat?
Apakah saya tetap membuka Alkitab karena ingin mengenal Tuhan, atau hanya karena saya butuh sesuatu untuk diberitakan?
Apakah saya masih taat ketika ketaatan tidak memberi saya pengakuan?
Apakah saya masih beribadah ketika tidak ada yang bertepuk tangan?
Jika Tuhan menghilangkan gelar, platform, pengikut, mikrofon, dan pengakuan publik, apakah saya masih mencintai-Nya?
Pertanyaan itu bisa mengungkap banyak hal.
Karena ujian sebenarnya dari hubungan kita dengan Tuhan bukanlah pada apa yang kita lakukan saat orang lain memperhatikan.
Ini adalah siapa kita ketika tidak ada yang melihat.
PESAN KEPADA EFESUS MASIH BERBICARA
Saya yakin salah satu alasan mengapa pesan ini tetap begitu kuat adalah karena hal ini dapat terjadi pada kita semua.
Anda bisa memulai dengan air mata dan diakhiri dengan rutinitas.
Anda bisa memulainya dengan rasa lapar dan diakhiri dengan kebiasaan.
Anda bisa mulai dengan Yesus dan perlahan-lahan menjadi tertarik pada hal-hal di sekitar Yesus.
Dan yang menakutkannya, tampilan luarnya bisa saja tetap religius.
Itulah sebabnya kita perlu terus-menerus kembali kepada Kristus.
Bukan hanya pemberian-Nya.
Bukan hanya kekuasaan-Nya.
Bukan sekedar nikmat-Nya.
Bukan hanya tugas-Nya.
Kristus sendiri.
Karena pada akhirnya, hal terbesar yang Tuhan inginkan dari kita bukanlah sekedar aktivitas kita.
Dia menginginkan hati kita.
Dan mungkin pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri kita saat ini bukanlah:
“Apakah yang saya lakukan sudah cukup untuk Tuhan?”
Tetapi:
“Apakah aku masih mencintai-Nya?”
Karena kamu bisa kehilangan cinta pertamamu saat masih memegang mikrofon.
Anda bisa kehilangan cinta pertama Anda saat masih berdakwah.
Anda bisa kehilangan cinta pertama Anda saat masih menghadiri gereja.
Anda bisa kehilangan cinta pertama Anda saat masih memperjuangkan kebenaran alkitabiah.
Anda bisa kehilangan cinta pertama Anda sementara semua orang di sekitar Anda menganggap Anda kuat secara rohani.
Namun Yesus melihat hati.
Dan ketika Dia berkata, “Ingat… bertobatlah… dan lakukan pekerjaan pertama,” Dia tidak sedang mencoba untuk menghancurkan kita.
Dia memanggil kita kembali.
Kembali ke tempat di mana Yesus bukan hanya bagian dari kehidupan kita.
DIA ADALAH HIDUP KITA.
Komentar
Posting Komentar