APAKAH SETIAP ORANG KRISTEN MEMILIKI KARUNIA ROHANI? KEBENARAN ALKITAB YANG TIDAK DIPERHATIKAN BANYAK ORANG PERCAYA
APAKAH SETIAP ORANG KRISTEN MEMILIKI KARUNIA ROHANI? KEBENARAN ALKITAB YANG TIDAK DIPERHATIKAN BANYAK ORANG PERCAYA
Alkitab memberi kita gambaran yang menakjubkan tentang Tubuh Kristus.
Tuhan tidak menyelamatkan kita hanya untuk duduk di gereja, mendengarkan khotbah, dan menyaksikan orang percaya lainnya melayani Dia.
Menurut Kitab Suci, Tuhan memberikan anugerah dan anugerah kepada umat-Nya agar Tubuh Kristus dapat berfungsi dengan baik.
Paulus menulis:
“Tetapi penyataan Roh diberikan kepada setiap orang untuk memperoleh manfaatnya.” 1 Korintus 12:7
Perhatikan bahasanya: “kepada setiap orang.”
Hal ini segera menimbulkan pertanyaan penting:
Apakah setiap orang Kristen sejati mempunyai karunia rohani?
Jawaban alkitabiah tampaknya YA.
Namun ada sesuatu yang harus kita pahami.
Karunia rohani tidak sama dengan gelar pelayanan.
Pemberian bukanlah bukti bahwa seseorang sudah dewasa secara rohani.
Pemberian bukanlah bukti bahwa seseorang otomatis direstui Tuhan dalam segala hal yang dilakukannya.
Dan pemberian tentu bukanlah sesuatu yang harus kita gunakan untuk meninggikan diri kita di atas orang-orang beriman lainnya.
1. TUHAN TIDAK MEMBERIKAN HADIAH YANG SAMA SETIAP ORANG PERCAYA
Di sinilah banyak orang menjadi bingung.
Paulus berkata:
“Karena kita mempunyai banyak anggota dalam satu tubuh, dan semua anggota tidak mempunyai jabatan yang sama.” — Roma 12:4
Kemudian beliau menjelaskan bahwa orang beriman mempunyai karunia yang berbeda-beda sesuai dengan anugerah yang diberikan kepada mereka.
Seseorang mungkin memiliki karunia mengajar.
Orang lain mungkin mempunyai karunia dorongan.
Orang lain mungkin mempunyai karunia memberi.
Yang lain mungkin memiliki karunia kepemimpinan.
Orang lain mungkin mempunyai karunia belas kasihan.
Orang lain mungkin mempunyai karunia melayani.
Yang lain mungkin memiliki karunia yang berhubungan dengan iman, penyembuhan, nubuatan, kemampuan membedakan, bahasa roh, penafsiran, atau manifestasi Roh lainnya.
Intinya sederhana:
Anggota yang berbeda. Fungsi yang berbeda. Satu Tubuh.
Anda tidak harus memiliki pemberian orang lain untuk bisa berguna bagi Tuhan.
2. HADIAH ANDA BUKAN IDENTITAS ANDA
Ini sangatlah penting.
Beberapa orang percaya menjadi begitu melekat pada karunia rohani mereka sehingga karunia itu menjadi identitas mereka.
Daripada mengatakan:
“Aku milik Kristus, dan Tuhan telah mempercayakan kepadaku pemberian ini,”
mereka mulai berpikir:
“Saya adalah Utusan.”
“Saya adalah pembuat keajaiban.”
“Akulah yang melihat penglihatan.”
“Akulah yang mendengarkan Tuhan.”
Dan pada akhirnya pemberian itu menjadi lebih penting daripada Pemberinya.
Itu berbahaya.
Identitas terbesar Anda bukanlah anugerah Anda.
Identitas terbesar Anda adalah bahwa Anda adalah milik Kristus.
Anugerah itu adalah sesuatu yang Tuhan berikan kepada Anda.
Ini bukanlah sesuatu yang harus Anda sembah, banggakan, atau gunakan untuk bersaing dengan orang percaya lainnya.
3. PUNYA HADIAH BUKAN BERARTI ANDA DEWASA SECARA SPIRITUAL
Ini adalah salah satu pelajaran terbesar yang dapat kita pelajari dari Kitab Suci.
Gereja Korintus mempunyai karunia rohani.
Mereka tidak kekurangan karunia rohani.
Paulus berkata:
“Kamu datang tanpa membawa hadiah.” 1 Korintus 1:7
Namun gereja yang sama mempunyai masalah serius yang melibatkan kecemburuan, perpecahan, imoralitas, kesombongan, dan kekacauan.
Pikirkan tentang itu.
Mereka punya karunia, tapi mereka punya masalah kedewasaan.
Ini membuktikan sesuatu yang ampuh:
Karunia rohani dan kedewasaan rohani bukanlah hal yang sama.
Seseorang dapat menunjukkan karunia rohani dan masih membutuhkan pertumbuhan karakter yang serius.
Itulah sebabnya kita tidak boleh menggunakan karunia seseorang sebagai satu-satunya ukuran kondisi rohani mereka.
Karakter itu penting.
Ketaatan itu penting.
Cinta itu penting.
Kerendahan hati itu penting.
Kekudusan itu penting.
Buah Roh itu penting.
4. MENGAPA TUHAN MEMBERI KARUNIA SPIRITUAL?
Paulus memberi kita jawabannya.
Manifestasi Roh diberikan:
“untuk mendapatkan keuntungan juga.”
Dengan kata lain, karunia rohani dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi orang lain.
Mereka tidak diberikan terutama demi ketenaran pribadi.
Mereka tidak diberikan agar seseorang dapat membangun kultus kepribadian.
Mereka tidak diberikan agar seseorang bisa memanipulasi orang.
Mereka diberikan untuk kepentingan dan penguatan Tubuh.
Petrus juga mengajarkan orang-orang percaya untuk menggunakan pemberian apa pun yang mereka terima untuk melayani satu sama lain.
Oleh karena itu, setiap kali Tuhan memberi Anda hadiah, pertanyaannya tidak boleh sekadar:
“Seberapa kuat hadiahku?”
Pertanyaan yang lebih baik adalah:
“Bagaimana saya dapat menggunakan apa yang telah Tuhan berikan kepada saya untuk melayani orang lain dan memuliakan Kristus?”
5. TIDAK SETIAP HADIAH SPIRITUAL TERLIHAT SUPERNATURAL
Ini adalah area lain di mana orang percaya terkadang salah memahami karunia rohani.
Orang sering hanya memikirkan nubuatan, kesembuhan, bahasa roh, penglihatan, atau mukjizat.
Namun Roma 12 juga berbicara tentang karunia seperti melayani, mengajar, memberi semangat, memberi, memimpin, dan menunjukkan belas kasihan.
Bayangkan seseorang yang secara konsisten menyemangati orang-orang yang patah semangat dan menguatkan iman mereka.
Pelayanan itu mungkin tidak terlihat dramatis.
Tapi itu bisa menjadi ekspresi sejati kasih karunia Tuhan.
Seseorang mungkin diam-diam bertugas di belakang layar.
Seseorang mungkin mengajarkan Kitab Suci dengan jelas.
Seseorang mungkin memiliki rasa kasihan yang tidak biasa terhadap orang yang menderita.
Seseorang mungkin berbakat untuk berorganisasi dan memimpin.
Seseorang mungkin dengan murah hati memberi untuk mendukung pekerjaan Tuhan.
Tidak setiap hadiah harus disertai dengan sesuatu yang spektakuler.
Hal supernatural tidak selalu harus terlihat dramatis.
6. KARUNIA SPIRITUAL HARUS DIJALANKAN DENGAN CINTA
Di sinilah 1 Korintus 13 menjadi sangat penting.
Paulus menempatkan kasih secara langsung di antara ajarannya tentang karunia rohani dalam pasal 12 dan 14.
Mengapa?
Karena pemberian tanpa cinta bisa menjadi destruktif.
Seseorang mungkin berbicara dengan mengesankan.
Seseorang mungkin menunjukkan kemampuan spiritual yang luar biasa.
Seseorang mungkin memiliki pengetahuan yang luar biasa.
Namun jika cinta tidak ada, ada sesuatu yang mendasar yang hilang.
Karunia itu tidak boleh menjadi lebih penting daripada karakter Kristus.
Tuhan tidak hanya tertarik pada apa yang mengalir melalui Anda. Dia juga tertarik dengan apa yang sedang terbentuk di dalam diri Anda.
7. ANDA TIDAK BOLEH IRI DENGAN HADIAH ORANG LAIN
Ilustrasi Paulus tentang tubuh manusia menghancurkan mentalitas bersaing.
Mata tidak dapat mengatakan kepada tangan:
“Aku tidak membutuhkanmu.”
Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki:
“Aku tidak membutuhkanmu.”
Setiap bagian mempunyai fungsi.
Oleh karena itu, jangan memandang mukmin lain lalu menyimpulkan:
“Tuhan lebih menggunakan orang itu daripada saya karena karunia mereka lebih spektakuler.”
Anda mungkin membandingkan dua tugas yang sangat berbeda.
Mikrofon dan kamera memiliki fungsi berbeda, namun keduanya memiliki tujuan yang sama.
Demikian pula, umat Tuhan mungkin mempunyai karunia yang berbeda ketika melayani Tuhan yang sama.
8. BISAKAH ANDA MENEMUKAN KARUNIA SPIRITUAL ANDA?
Ya, tapi jangan jadikan pencarian itu sebagai obsesi.
Mulailah dengan mengikuti Kristus dengan setia.
Pelajari Kitab Suci.
Berdoa.
Melayani.
Perhatikan di mana Tuhan secara konsisten memampukan Anda untuk memberkati orang lain.
Carilah nasihat Kristen yang matang.
Periksalah buah yang dihasilkan melalui layanan Anda.
Dan yang terpenting, jangan membuat hadiah hanya karena Anda menginginkan identitas spiritual tertentu.
Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mengambil peran kenabian karena Anda mengagumi para nabi.
Anda tidak perlu mengklaim pelayanan penyembuhan karena Anda ingin orang-orang mengenali Anda.
Anda tidak perlu meniru orang percaya lainnya.
Biarlah Tuhan membagikan karunia-Nya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
9. HADIAH ANDA MEMBUTUHKAN KARAKTER
Hadiah tanpa karakter bisa menjadi kombinasi yang berbahaya.
Bayangkan memiliki pengaruh tanpa kerendahan hati.
Pengetahuan tanpa cinta.
Otoritas tanpa pengendalian diri.
Sebuah platform tanpa integritas.
Kemampuan spiritual tanpa ketaatan.
Itulah sebabnya kedewasaan Kristiani tidak dapat direduksi menjadi manifestasi saja.
Yesus berkata kita mengenali orang dari buahnya.
Pertanyaannya bukan hanya:
“Hadiah apa yang sedang dijalankan?”
Pertanyaannya juga:
“Orang seperti apa yang mengoperasikan hadiah itu?”
10. HADIAH TERBESAR BUKAN PLATFORM
Banyak orang menginginkan hadiah karena ingin terlihat.
Namun pemberian Tuhan dirancang untuk pelayanan.
Yesus sendiri mengajarkan bahwa kebesaran Kerajaan-Nya berhubungan dengan pelayanan.
Oleh karena itu, jangan mengejar hadiah hanya karena akan membuat orang memperhatikan Anda.
Kejar Kristus.
Kejarlah kekudusan.
Kejar cinta.
Kejarlah kepatuhan.
Kejarlah kedewasaan rohani.
Dan izinkan Tuhan menggunakan apa pun yang telah Dia tempatkan pada Anda.
PERTANYAAN BESAR
Jadi, apakah setiap orang Kristen mempunyai karunia rohani?
Perjanjian Baru memberikan dasar yang kuat untuk mengatakan YA: Allah membagikan rahmat dan karunia di antara anggota Tubuh Kristus, meskipun karunia dan perwujudannya berbeda dari orang ke orang.
Namun inilah kebenaran yang lebih dalam:
Memiliki karunia rohani tidak membuat Anda lebih unggul dari orang percaya lainnya.
Mengoperasikan karunia rohani tidak secara otomatis membuktikan kedewasaan rohani.
Karunia rohani tidak menggantikan karakter Kristen.
Dan pemberianmu diberikan untuk mengabdi, bukan untuk membuatmu terkenal.
Sang Pemberi lebih besar dari pada yang memberi.
Tubuh lebih besar daripada pengakuan pribadi.
Dan Kristus harus tetap lebih besar dari segala sesuatu yang telah Ia serahkan ke dalam tangan kita.
Jadi, jangan habiskan seluruh kehidupan Kristen Anda dengan bertanya:
“Hadiah apa yang kumiliki?”
Tanyakan juga:
“Saya akan menjadi murid seperti apa?”
Karena Tuhan tidak hanya ingin bekerja MELALUI Anda.
Dia ingin Kristus terbentuk DI DALAM Anda.
Kekuasaan dapat menarik perhatian orang, namun karakter menunjukkan kedewasaan.
Hadiah mungkin membuka pintu, tetapi karakter menentukan apa yang Anda lakukan setelah masuk.
Jangan hanya mencari karunia rohani. Carilah Sang Pemberi, berjalanlah dalam kasih, bertumbuh dalam kebenaran, dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Komentar
Posting Komentar