Mengapa Tuhan menunggu sampai Abraham dan Sara sudah tua sebelum memberikan Isaak?

 Mengapa Tuhan menunggu sampai Abraham dan Sara sudah tua sebelum memberikan Isaak? 

Sebuah dari pertanyaan-pertanyaan paling menakutkan yang banyak orang pertanyakan adalah:

Mengapa Tuhan menunggu sampai Abraham dan Sara sudah sangat tua sebelum memenuhi janji-Nya tentang seorang anak?


Jika Tuhan sudah berniat untuk memberikan Isaak, mengapa Dia tidak melakukannya ketika mereka masih muda dan masih mampu memiliki anak?


Bagi banyak orang, penundaan Tuhan terlihat tidak perlu. Beberapa orang bahkan bertanya-tanya apakah Tuhan telah melupakan janji-Nya.


Tetapi Alkitab mengungkapkan bahwa penundaan Tuhan tidak pernah menjadi penolakan. Waktu Tuhan memiliki tujuan ilahi.


Tuhan pertama kali berjanji kepada Abraham bahwa Dia akan menjadi bapa dari banyak bangsa (Kejadian 12:1–3; Kejadian 15:1–6). Namun setahun demi setahun berlalu tanpa anak. Abraham semakin tua. Sara tetap tidak beranak. Secara manusiawi, janji itu menjadi lebih mustahil setiap tahun yang berlalu.


Pada saat Isaak lahir, Abraham berusia satu abad, dan Sarah berusia sepuluh puluh tahun (Kejadian 21:1–7). Alkitab bahkan memberitahu kita bahwa Sara telah melewati usia kehamilan.


Dalam kehidupan manusia, ini adalah waktu yang terlambat.


Menunggu bukanlah waktu yang terbuang sia-sia dalam kerajaan Tuhan.


Tuhan sering menggunakan musim-musim penundaan untuk memperdalam iman kita, menghilangkan kepercayaan diri kita, dan mengajarkan kita untuk percaya sepenuhnya kepada-Nya.


Satu alasan lain untuk penundaan adalah untuk mengungkapkan bahwa janji-janji Tuhan terbukti terpenuhi menurut waktu yang ditentukan-Nya, bukan menurut jadwal manusia.


Ecclesiastes 3:11 menyatakan bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah dalam waktunya.


Bukan waktu kita.


Waktunya.


Banyak orang menjadi putus asa karena mereka membandingkan waktu Tuhan dengan harapan mereka sendiri.


Tetapi kalender Tuhan adalah sempurna.


Abraham dan Sara juga melakukan kesalahan yang mahal selama masa menunggu.

Daripada terus percaya pada waktu Tuhan, mereka mencoba memenuhi janji Tuhan melalui upaya manusia dengan melahirkan anak melalui Hagar (Kejadian 16).


Hasilnya adalah Ishmael.


Walaupun Tuhan memberkati Ishmael, dia bukanlah anak perjanjian yang dijanjikan.


Ini mengajarkan prinsip spiritual yang penting:


Setiap kali kita memaksakan janji Tuhan sebelum waktunya, kita sering menciptakan rasa sakit, konflik, dan konsekuensi seumur hidup.


Tuhan tidak pernah membutuhkan solusi manusia dari Abraham.


Dia hanya membutuhkan iman yang berkelanjutan dari Abraham.


Tuhan yang membuka kandungan Sarah masih mampu melakukan apa yang tampaknya mustahil.


Waktu yang ditunggu oleh Abraham juga mampu menyiapkan diri untuk menghadapi janji-janji itu.


Kadang-kadang kita berdoa untuk berkat, posisi, pelayanan, pernikahan, atau terobosan tanpa menyadari bahwa Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menghadapi mereka dengan bijak.


Jika Tuhan menjawab setiap doa kita dengan segera, bukan berarti janji-janji Tuhan gagal.


Jika waktu yang ditunggu oleh Abraham tidak berakhir, bukan berarti Tuhan telah melupakan kita.


Jika waktu yang ditunggu oleh Abraham tidak berakhir, bukan berarti Tuhan tidak memenuhi janji-janji-Nya.


Janji-janji yang Tuhan berikan kepada Isaac justru menjadi bukti dari kepercayaan Tuhan.


Pelajaran ini jelas.


Jangan salah paham dengan kelewatan Tuhan.


Teruslah mematuhi.


Teruslah percaya.


Jangan pernah menganggap tidak mungkin.


Tuhan yang memberi Isaac pada waktunya masih mampu memenuhi janji-janji-Nya.


Yahudi 6:12

Ibrani 11:11–12


Eclesiastes 3:11


Allah menunda kelahiran Yesus bukan karena Dia kekurangan kuasa, atau karena Dia lupa janji-Nya, tetapi karena Dia sedang mencapai tujuan yang lebih besar. Dia sedang membangun iman Abraham, mempersiapkan Abraham dan Sara, mengungkapkan kuasa-Nya yang luar biasa, dan memastikan bahwa kemuliaan itu hanya milik-Nya. Ketika waktunya Allah datang, yang mustahil menjadi kenyataan. Dengan cara yang sama, orang-orang percaya hari ini dapat percaya bahwa penundaan Allah tidak pernah sia-sia. Dia selalu bekerja, bahkan ketika kita belum melihat tangan-Nya.


Jika ajaran ini telah memberkati Anda, bagikan dengan orang lain, simpan untuk studi di masa depan, dan ikuti halaman kami untuk ajaran Alkitab yang lebih baik yang menguatkan iman Anda dan mendalamkan pemahaman Anda tentang Firman Allah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA BANYAK ORANG KRISTEN BERJUANG UNTUK MENDENGAR ROH KUDUS

DANGERNYA MEMILIH DENGAN PANDANGAN

PEMBAWA DAMAI: IDENTITAS ORANG YANG DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH