MENGAPA TUHAN MEMBERKATI ISMAEL JIKA ISAAC ADALAH ANAK YANG DIJANJIKAN? KEBENARAN BIBLICAL YANG MENGEJUTKAN YANG BELUM PERNAH DIKERTI OLEH BANYAK ORANG
MENGAPA TUHAN MEMBERKATI ISMAEL JIKA ISAAC ADALAH ANAK YANG DIJANJIKAN? KEBENARAN BIBLICAL YANG MENGEJUTKAN YANG BELUM PERNAH DIKERTI OLEH BANYAK ORANG
Ditulis oleh Evang Bright Ikedichi
Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang pertanyaan ini?
Jika Ishak adalah anak yang dijanjikan melalui siapa perjanjian Tuhan akan berlanjut, lalu mengapa Tuhan juga memberkati Ismael?
Banyak orang bertanya,
"Jika Ismael bukan anak janji, mengapa Tuhan menjadikannya bangsa yang besar? "
"Apakah Tuhan mencintai Ismael kurang dari Ishak? "
"Apakah Ismael ditolak hanya karena keadaan lahirnya? "
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan tulus yang layak mendapatkan jawaban yang cermat dari Alkitab.
Banyak orang menganggap bahwa karena Ishak dipilih, Ismael dikutuk.
Tapi bukan itu yang Alkitab ajarkan.
Ketika kita memeriksa Firman Tuhan dengan cermat, kita menemukan kebenaran yang indah tentang keadilan, kasih sayang, kedaulatan, dan kesetiaan Tuhan.
Mari kita menjelajahi cerita yang luar biasa ini bersama-sama.
Cerita dimulai ketika Tuhan berjanji kepada Abraham dan Sarah bahwa mereka akan memiliki seorang putra meskipun mereka sudah tua.
Tahun berlalu tanpa janji terpenuhi.
Daripada menunggu dengan sabar untuk waktu Tuhan, Sarah menyarankan agar Abraham memiliki anak melalui pelayannya, Hagar.
Abraham setuju, dan Hagar melahirkan Ismael.
Pada saat itu, Abraham percaya bahwa Ismael mungkin pewaris yang dijanjikan.
Bahkan, Abraham kemudian berdoa kepada Tuhan,
"Oh, agar Ismael bisa hidup di hadapan-Mu."
Kejadian 17 ayat 18.
Tapi jawaban Tuhan sudah jelas.
Tuhan berkata,
"Tidak, Sarah istrimu akan benar-benar melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamakannya Isaac. Aku akan menetapkan perjanjian-Ku dengan Dia untuk perjanjian yang kekal. "
Kejadian 17 ayat 19 sampai 21.
Ini adalah salah satu perbedaan yang paling penting dalam Alkitab.
Janji perjanjian Tuhan selalu dimaksudkan untuk datang melalui Ishak, bukan karena Ishak secara moral lebih baik daripada Ismael, tetapi karena Tuhan telah memilih Ishak secara berdaulat sebelum ia lahir.
Janji itu tergantung pada rencana Tuhan, bukan usaha manusia.
Namun, banyak orang berhenti membaca setelah ini dan melewatkan sesuatu yang indah.
Segera setelah menyatakan bahwa Ishak akan mewarisi perjanjian, Tuhan berbicara tentang Ismael.
Kejadian 17 ayat 20 mengatakan,
"Mengenai Ismael, aku telah mendengar kamu. Sesungguhnya, Aku telah memberkati dia, dan akan membuat dia berbuah, dan akan melipatgandakan dia dengan sangat banyak. Ia akan menjadi ayah dua belas pangeran, dan Aku akan menjadikannya bangsa yang besar. "
Perhatikan kata-kata itu dengan cermat.
Allah tidak mengabaikan Ismael.
Tuhan tidak membenci Ismael.
Tuhan memberkati dia.
Mengapa?
Pertama, karena Ismael juga anak Abraham.
Meskipun ia bukan ahli waris perjanjian, ia tetap milik keluarga Abraham, dan Tuhan menghormati janji-janji yang berhubungan dengan Abraham.
Kasih dan kebaikan Tuhan melampaui batas perjanjian.
Kedua, Tuhan menanggapi doa tulus Abraham.
Abraham sangat mencintai Ismael.
Tuhan mendengar tangisan seorang ayah dan berjanji bahwa Ismael tidak akan dilupakan.
Ketiga, Tuhan menunjukkan belas kasih kepada Hagar dan Ismael.
Ketika Hagar dan Ismael dikirim pergi, mereka berkeliaran di padang gurun.
Air mereka habis, dan Hagar takut putranya akan mati.
Dia menangis.
Ismael menangis.
Tuhan mendengar suara anak itu.
Kejadian 21 memberi tahu kita bahwa Malaikat Tuhan memanggil Hagar dari surga, membuka matanya ke sumur air, dan memelihara hidup Ismael.
Ini mengungkapkan kebenaran penting tentang karakter Tuhan.
Tuhan mendengar teriakan mereka yang dalam kesulitan.
Dia berbelas kasih, bahkan terhadap mereka yang berada di luar garis perjanjian.
Pelajaran penting lainnya adalah bahwa berkat Tuhan tidak selalu sama dengan perjanjian Tuhan.
Banyak orang yang bingung dengan keduanya.
Perjanjian dengan Isaac melibatkan rencana penebusan Tuhan yang pada akhirnya akan membawa Mesias, Yesus Kristus, ke dunia.
Melalui Isaac datanglah Jacob.
Melalui Yakub datanglah bangsa Israel.
Dari Israel datanglah Raja Daud.
Dan melalui keluarga Daud datanglah Yesus Kristus, Juru Selamat dunia.
Ini adalah rencana penebusan Tuhan sejak awal.
Namun Ismael menerima berkat yang berbeda.
Tuhan memberkati dia dengan keturunan, pengaruh, kemakmuran, kepemimpinan, dan pembentukan bangsa yang besar.
Ini adalah berkat nyata.
Tetapi mereka berbeda dari janji perjanjian yang menunjuk kepada kedatangan Mesias.
Ini mengajarkan kita prinsip spiritual yang penting.
Tuhan memberkati banyak orang dengan cara yang berbeda, tetapi panggilan dan tujuan spesifik-Nya untuk satu orang mungkin tidak identik dengan orang lain.
Perbandingan seringkali mengarah pada kepahitan yang tidak perlu.
Rencana Tuhan sempurna untuk setiap individu.
Rasul Paul kemudian menggunakan kisah Isaac dan Ismael sebagai ilustrasi.
Dalam Galatia bab 4, ia menjelaskan bahwa Ismael mewakili usaha manusia, sedangkan Isaac mewakili janji Tuhan.
Ini tidak dimaksudkan untuk menghina Ismael secara pribadi.
Sebaliknya, ini menggambarkan perbedaan antara mencoba mencapai janji-janji Tuhan melalui pekerjaan manusia dan menerimanya dengan iman.
Pelajarannya adalah tentang metode keselamatan Tuhan, bukan tentang kasih Tuhan kepada individu.
Beberapa orang bertanya,
"Apakah Tuhan menolak Ismael? "
Jawabannya adalah tidak.
Allah tidak menolak Ismael sebagai manusia.
Dia hanya memilih Isaac untuk membawa perjanjian yang melaluinya rencana keselamatan-Nya akan terungkap.
Pemilihan untuk tujuan tertentu tidak sama dengan penolakan orang lain.
Sepanjang Kitab Suci, Tuhan sering memilih individu-individu tertentu untuk tugas-tugas tertentu sambil tetap menunjukkan kasih dan belas kasihan kepada orang lain.
Cerita ini juga mengingatkan kita akan bahaya mencoba menolong Tuhan memenuhi janji-janji-Nya melalui kebijaksanaan kita sendiri.
Abraham dan Sarah bertindak tidak sabar.
Keputusan mereka menciptakan rasa sakit, konflik, dan divisi keluarga bertahun-tahun.
Namun bahkan di tengah-tengah kegagalan manusia, Tuhan tetap setia.
Ia memenuhi janji-Nya melalui Ishak sementara juga merawat Ismael.
Tuhan yang penuh belas kasihan.
Mungkin pelajaran terbesar adalah ini.
Tuhan setia pada janji-janji-Nya.
Tidak ada yang bisa menghentikan rencana-Nya.
Pada saat yang sama, belas kasihan-Nya mencapai jauh melampaui apa yang diharapkan banyak orang.
Ia memberkati, menyediakan, dan mendengar orang-orang yang berseru kepada-Nya.
Kisah Isaac dan Ismael mengungkapkan kedaulatan Tuhan dan kasih sayang-Nya.
Ini mengarahkan kita kepada Yesus Kristus, Benih yang dijanjikan melalui siapa semua bangsa di bumi pada akhirnya akan diberkati.
Janji Tuhan tak pernah gagal.
Tujuan-Nya selalu bertahan.
Belas kasihan-Nya lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang.
Ayat Alkitab untuk Studi Lebih Lanjut
Kejadian 16.
Kejadian 17 ayat 15 sampai 21.
Kejadian 21 ayat 8 sampai 21.
Kejadian 22 ayat 2.
Galatia 4 ayat 21 sampai 31.
Roma 9 ayat 6 sampai 13.
Ibrani 11 ayat 11 sampai 12.
Ringkasan Mengajar
Tuhan memilih Ishak untuk melaksanakan janji perjanjian-Nya, bukan karena Ishak lebih unggul daripada Ismael, tetapi karena ini adalah rencana kedaulatan-Nya untuk membawa Mesias ke dunia.
Meskipun Ismael bukan pewaris perjanjian, Tuhan menyayanginya, mendengar doa Abraham untuknya, melindunginya, dan memberkati dia dengan banyak keturunan dan bangsa yang besar.
Kisah ini mengajarkan bahwa berkat Tuhan dan tujuan perjanjian Tuhan tidak selalu sama. Dia memberkati orang yang berbeda dengan cara yang berbeda sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang sempurna.
Upaya Abraham dan Sarah untuk memenuhi janji Tuhan melalui upaya manusia membawa rasa sakit dan konflik, mengingatkan orang percaya untuk mempercayai waktu Tuhan daripada mengandalkan solusi manusia.
Pada akhirnya, Isaac menunjuk pada janji Tuhan yang dipenuhi dalam Yesus Kristus, sementara kisah Ismael mengingatkan kita bahwa belas kasihan Tuhan melampaui harapan manusia. Tuhan tetap setia pada janji-janji-Nya dan belas kasih kepada semua orang yang memanggil-Nya.
Jika ajaran ini telah memperdalam pemahamanmu tentang Firman Tuhan, jangan simpan sendiri.
Bagikan ajaran ini dengan orang lain sehingga mereka juga dapat menemukan keindahan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan Tuhan.
Simpan untuk studi Alkitab dan refleksi pribadi di masa depan.
Ikuti halaman ini untuk ajaran Alkitab yang lebih mendalam yang menjawab pertanyaan sulit dari Kitab Suci.
Apa yang anda pikirkan?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Tuhan memberkati Ismael meskipun Ishak adalah anak yang dijanjikan?
Silakan bagikan pendapat, pertanyaan, dan wawasan Anda di bagian komentar.
Mari kita belajar bersama.
Mari kita berpikir bersama.
Semoga Tuhan terus memberi kita pemahaman melalui Firman-Nya yang Kudus.
Komentar
Posting Komentar